MISTIK KOSMIK ST. FRANSISKUS ASSISI Visi sakramental Kristiani tentang ciptaan dapat mencegah ide yang memisahkan Allah dan ciptaan (dualisme), roh dan materi, badan dan jiwa, langit dan bumi. Gagasan sakramental ini sesungguhnya berakar dalam Kitab Suci, khususnya Kitab Mazmur. Ciptaan Allah menyingkapkan dan mencerminkan kebesaran dan keluhuran Pencipta, keindahan dan kelembutan-Nya. Segala ciptaan merupakan penyataan diri Allah dan komunikasi diri Allah kepada manusia. Dengan demikian manusia dapat berjumpa, mengalami dan mengkotemplasikan Allah dalam dan melalui ciptaan-Nya. Sayangnya, sepanjang millenium pertama, warisan spiritual yang bersumber pada Kitab Suci itu, menghilang dari praksis hidup beriman serta praksis kesucian Kristiani. G.K. Chesterton, sebagaimana dikutip Leonardo Boff, mengingatkan kita akan kekosongan dimensi itu dalam konsep kesucian kristiani.24 Pada periode millennium pertama kekristenan, kesucian berarti menjauhi dunia dan sesama. Para rahib pergi ke padang...
Hiduplah Selamanya melalui tulisan dan goresan tanganmu.