Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026
RENUNGAN: KORUPSI Korupsi berasal dari bahasa Latin corruptio yang artinya perbuatan busuk atau rusak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, korupsi berarti penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain, seperti menggelembungkan anggaran dan pemberian gratifikasi. Orang yang melakukan tindakan korupsi disebut koruptor. Korupsi dapat terjadi karena faktor dari dalam diri manusia (internal) mau pun dari lingkungannya (eksternal).  Faktor-faktor internal yang dimaksudkan seperti keserakahan untuk memenuhi gaya hidup serta kebohongan dan kemunafikan yang sudah menjadi hal yang dianggap wajar. Sedangkan faktor-faktor eksternal meliputi keadaan politik yang mendukung terjadinya korupsi, penegakan hukum yang lemah, dan organisasi yang membuka peluang terjadinya korupsi. Kehidupan manusia memang mendorong manusia untuk terus menerus memenuhi kebutuhannya. Hal ini membuat manusia tidak pernah merasa p...
 SEBUAH REFLEKSI (KESADARAN EKOLOGI) OLEH : F.X. WELLY  Salve Saudara/i yang dikasihi oleh Tuhan. Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato-Si artikel 1-2 mengungkapkan keprihatinannya karena hancurnya bumi sebagai rumah kita bersama dengan menyatakan bahwa ibu pertiwi yang memelihara dan mengasuh kita dengan aneka ragam buah-buahan beserta bunga yang warna-warni sekarang telah menjerit karena segala kerusakan yang telah kita timpakan padanya, karena penggunaan dan penyalahgunaan yang tidak bertanggung jawab atas kekayaan yang telah diletakkan Allah di dalamnya. Keprihatinan Paus tersebut lahir dari kenyataan bahwa hidup manusia saat ini banyak menimbulkan kecemasan. Setiap tahun manusia menghasilkan ratusan juta ton limbah yang sebagian besar tidak membusuk secara biologis seperti limbah domestik dan perusahaan limbah pembongkaran bangunan, limbah klinis, elektronik dan industri, yang sebagian besar radioaktif dan sangat beracun. Akibatnya bumi sebagai rumah kita bersama mulai t...