Rabu, 08 April 2026

Sejarah Doa Ratu Surga dan Isi Doanya




Doa Ratu Surga ditetapkan untuk seluruh umat Katolik di seluruh dunia pada 20 April 1742 oleh Paus Benediktus XIV. Penetapan ini tertulis dalam Direktorium Kesalehan Umat dan Liturgi terbitan Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen.

Kendati demikian, pengarang Doa Ratu Surga atau Regina Caeli ini tidak diketahui secara pasti. Namun dipercaya bahwa ini diawali ketika Santo Gregorius Agung memimpin Gereja Katolik (590-604).

Kala itu, ia sedang dalam suatu prosesi perarakan di Roma. Ketika berjalan, rupanya ia mendengar para malaikat melantunkan tiga baris pertama pada suatu pagi hari Paskah.

Lantas, Santo Gregorius Agung menambahkan baris keempat pada doa tersebut. Darasnya berbunyi “Ora pro nobis Deum. Alleluia” atau “Doakan kami pada Allah. Alleluya”.

Ada pula berbagai bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Doa Ratu Surga sudah lama menjadi kekayaan Gereja, bahkan jauh mendahului dogmatis Maria yang diangkat ke surga pada tahun 1950.

Doa Ratu Surga merupakan salah satu doa khusus dalam tradisi Katolik yang dipanjatkan umat selama masa Paskah pada pukul 06.00, 12.00, dan 18.00. Di luar masa Paskah, umat memanjatkan doa Malaikat Tuhan. Doa Ratu Surga dalam bahasa Latin disebut Regina Caeli. Doa ini ditujukan sebagai bentuk penghormatan umat kepada Bunda Maria.

Doa Ratu Surga

Ratu Surga bersukacitalah, Alleluya.

Sebab Ia yang sudi kaukandung, Alleluya.

Telah bangkit seperti yang disabdakan-Nya, Alleluya.

Doakanlah kami pada Allah, Alleluya.

Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, Alleluya.

Sebab Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya.

Marilah berdoa :

Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Kami mohon, perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama bunda-Nya, Perawan Maria. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sejarah Doa Ratu Surga dan Isi Doanya

Doa Ratu Surga ditetapkan untuk seluruh umat Katolik di seluruh dunia pada 20 April 1742 oleh Paus Benediktus XIV. Penetapan ini tertulis da...