Mendengarkan dengan Hati yang Terbuka
"Barangsiapa mempunyai
telinga, hendaklah ia mendengar." (Mat 13:9)
Dalam kesibukan hidup, kita
sering mendengar banyak suara: tuntutan pekerjaan, media sosial, kekhawatiran,
dan keinginan diri sendiri. Namun, di tengah semua itu, Tuhan tetap berbicara
dengan lembut melalui Sabda-Nya. Persoalannya bukan apakah Tuhan masih
berbicara, melainkan apakah hati kita masih mau mendengarkan.
Yesus mengajak setiap orang untuk
menjadi tanah yang subur, yaitu hati yang siap menerima benih firman Tuhan.
Tanah yang subur tidak berarti hidup tanpa masalah, tetapi hati yang rela
dibentuk, dikoreksi, dan dipimpin oleh Tuhan. Ketika Sabda-Nya diterima dengan
iman dan diwujudkan dalam tindakan, benih itu akan menghasilkan buah berupa
kasih, pengampunan, kesabaran, dan damai sejahtera.
Hari ini, marilah kita bertanya
kepada diri sendiri: Apakah hati saya dipenuhi oleh kekhawatiran sehingga Sabda
Tuhan sulit bertumbuh? Ataukah saya menyediakan waktu untuk berdoa, membaca
Kitab Suci, dan membiarkan Tuhan membimbing setiap keputusan saya?
Semoga kita tidak hanya menjadi
pendengar Sabda, tetapi juga pelaku Sabda. Dengan demikian, hidup kita menjadi
kesaksian yang membawa harapan bagi keluarga, lingkungan kerja, dan sesama.
Doa
Tuhan Yesus, bukalah hati kami
agar mampu mendengarkan suara-Mu di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Jadikanlah
hati kami tanah yang subur bagi Sabda-Mu, sehingga kami menghasilkan buah
kasih, kesetiaan, dan pengharapan. Bimbinglah setiap langkah kami agar semakin
serupa dengan kehendak-Mu. Amin.
Aksi Hari Ini
Luangkan waktu 10–15 menit untuk
membaca dan merenungkan Sabda Tuhan, lalu lakukan satu tindakan kasih yang
nyata kepada seseorang tanpa mengharapkan balasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar