Umat Kristen hidup di tengah
masyarakat bangsa Indonesia yang menghadapi berbagai pergumulan sosial
kemasyarakatan, antara lain kemiskinan, pengangguran, mutu kesehatan yang
rendah, dan gangguan keamanan. Di satu pihak pergumulan itu juga dihadapi
setiap umat Kristen namun di pihak lain umat Kristenjuga dituntut untuk
memikirkan jalan keluarnya bagi orang lain. Bagaimana tugas dan tanggung
jawabumat Kristen dalam masyarakat? Bagaimana bentuk partisipasi nyata umat
Kristen? Bagaimana mewujudkan iman dalam tindakan nyata? Permasalahan ini akan
dijawab melalui pembahasan berikut ini.
Tanggung Jawab Orang Kristen (pengikut Yesus)/umat Katolik dalam
Masyarakat
Allah berkehendak agar manusia berkarya
di dunia ini. Mandat untuk berkarya ini disebut mandat budaya atau mandat
pembangunan (Kejadian 1: 28). Hal ini berarti umat Kristen (Gereja) yangberada
di dunia khususnya di Indonesia harus secara sungguh-sungguh dan nyata berkarya
membangun bangsa dan negara bagi kebaikan seluruh warga Negara.
Tuhan Yesus menyatakan bahwa
orang percayaadalah garam dan terang dunia (Mat. 5:13-16). Hal ini menunjuk
kepada kedudukan dan tanggung jawab orang Kristen dalam masyarakat untuk
menghadirkan keselamatan Allah di dalam dunia dan kepastiannilai-nilai Injil
tentang keadilan,berdasarkan kepatuhan dan amanat mengasihi yang diajarkan
Yesus Kristus.
Alkitab memberikan alasan dan arahan kepada
orang Kristen sebagai warga negara sehubungandengan kedudukan dan tanggung
jawabnya terhadap masyarakat Indonesia, diantaranya sebagai berikut: ketaatan
kepada pemerintah, dinyatakan Alkitab dalam Roma 13: 1-7 dan 1 Petrus 2: 11-17.
Jadi orangKristen dipanggil supaya taat kepada pemerintah. Rakyat harus
mengakui hak pemerintah untuk meminta ketaatan dalam segala hal yang termasuk
tugas dan wewenang pemerintah. Kita taat kepadapemerintah demi kehendak Allah.
Namun ketaatan kepada pemerintah ada batasnya. Jika pemerintahmelarang kita apa
yang tidak boleh dilarangnya, patutlah kita menolak tindakan semacamitu
(KisahParaRasul 4).
Tetapi jika pemerintah
memerintahkan apa yang boleh diperintahkannya, maka ketaatankepadanya bersifat
wajib dan merupakan panggilan kepada setiap warga negaranya. Orang Kristen juga
harus berdoa syafaat bagi pemerintah (1 Tim. 2: 1-4). Berdoa untuk pemerintah
bukan berarti menyembah kepada pemerintah, atau pemujaan kepadanya. Dalam doa kepada
Tuhan untuk pemerintah, kita mengucap syukur bahwa Tuhan telah menetapkan para
pemerintah. Jika kita mempunyai pemerintah yang dapat memelihara kesejahteraan
dan tata tertib, maka gereja harus mengucapkan syukur kepada Tuhan. Dalam pada
itu kita memohonkan kebijaksanaandan ketaatan melakukan tugasnya menurut
kehendak Tuhan, sehingga dalam pemerintahan duniainipun akan berlaku pula
pemerintahan dan kuasa Tuhan.
Selanjutnya dalam doa kita
memohonkan juga keampunan atas dosa-dosa, mohonbelas kasihan, dan anugerah-Nya
atas pemerintah. Namun demikian doa itu ada batasnya. Jika pemerintah sama
sekali sudah mengabaikan keadilan dan ketertiban, bahkan sudah menjadi alat
anti Kristen, maka doa dibatasi pada permohonan agar Tuhan melepaskan dari
segala perbuatan yang jahat. Alkitab juga mengatur tentang hak Allah atas
pemerintah (Matius 22: 21). Dalampercakapanorang Farisi kepada Tuhan Yesus yang
disertai maksud hendak menjerat Dia itu, mereka ingin mengetahui ketaatan
kepada Tuhan Yesus itu akan membawa konsekuensi apakah bagi sikap
kepadapemerintah. Dalam jawaban Tuhan Yesus dinyatakan supaya orang
meninggalkan kepura-puraandantipu muslihat dan masuk dalam kebenaran kerajaan
Allah. Maka jawaban Tuhan Yesus mengenai pertanyaan orang Farisi adalah:
“Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi milik Kaisar, dan kepadaAllah apa
yang wajib kamu berikan kepada Allah. Jadi sementara bersembah sujud kepada
Tuhan, berikanlah kepada kaisar apa yang dari kaisar”.
Jika pemerintah meminta sesuatu
dari kita, yang memang pemerintah berhak atasnya berdasarkan perintah Tuhan dan
tugas yang diterimanya dari Tuhan, maka berikanlah itu kepada pemerintah.
Pemerintah mempunyai hak untuk menuntut rakyat dalam ketaatannya menjaga tata
tertib dan keamanan lingkungannya, memenuhi kewajiban membayar pajak, melakukan
amal, dan perbuatan baik, berperan serta dalam program pemerintah, dan
sebagainya. Alkitab juga menegaskan tentang pelayanan bagi kesehatan masyarakat
(Luk. 4:18-19). Mewartakan kabar kesukaan adalah menjadi tugas orang Kristen
baik pengajaran maupun pelayanankonkrit dalam hal peningkatan ekonomi,
pembebasan dari keterbelakangan dan kemiskinan secarajasmani dan rohani.
Terimakasih sudah membaca....
Komentar
Posting Komentar